Panggilan 'Ekoteologi' Menag Nasaruddin di UIN Palu, Dibalas Komitmen 50.000 Sarjana dan Hibah Lahan Gubernur Anwar Hafid
- Minggu, 02 November 2025 - 13:33 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Menag Nasaruddin Umar dan Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tiba di Aula Wisuda UIN Datokarama Palu. (Foto: Tim Media Berani)
Faktasulteng.id, PALU – Sebuah pesan kemanusiaan yang mendalam menggema dari Bumi Tadulako. Di hadapan 570 wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Minggu (2/11/2025), Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., tidak sekadar berorasi ilmiah; ia meluncurkan sebuah panggilan global yang mendesak: Ekoteologi, menghijaukan hati dan pikiran manusia.
Dalam pidato bertajuk "Ekoteologi dan Kesadaran Global Umat Beragama", Prof. Nasaruddin menegaskan bahwa ancaman kerusakan lingkungan kini jauh lebih dahsyat daripada peperangan konvensional.
“Kerusakan lingkungan adalah ancaman kemanusiaan yang lebih besar daripada perang, dengan korban jutaan jiwa setiap tahun,” tegasnya. Ia menyerukan kepada para sarjana baru, bahwa sudah saatnya dunia Islam menempatkan pemeliharaan lingkungan hidup sebagai nilai dasar agama, mengubah pandangan bahwa alam adalah objek eksploitasi, menjadi mitra kehidupan yang harus dijaga.
Dari Mihrab ke Altar: Spirit Perdamaian Lintas Iman
Orasi Menag semakin bergairah saat ia mengisahkan perjalanan spiritualnya, termasuk pertemuannya dengan Paus Franciscus di Vatikan, yang memuncak pada penandatanganan Deklarasi Istiqlal demi perdamaian lintas iman.
“Ketika agama kehilangan kasih, ia kehilangan Tuhan,” ucap Prof. Nasaruddin, menggarisbawahi spiritualitas universal di balik upaya perdamaian. Sentimen ini disambut hangat oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag., yang bahkan berharap Prof. Nasaruddin Umar diusulkan sebagai penerima Nobel Perdamaian, berkat dedikasinya menjembatani perbedaan iman.
Amanah Moral di Pundak 18.320 Penerima Beasiswa

Mendukung pesan moral dan global dari Menteri Agama, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., membalas dengan komitmen konkret di sektor pendidikan, menegaskan bahwa ilmu yang dibawa para sarjana harus menjadi cahaya bagi sesama.
Gubernur memposisikan para wisudawan sebagai agen perubahan yang membawa amanah moral dan sosial. Komitmen ini direalisasikan melalui program unggulan Pemprov Sulteng, BERANI Cerdas.
Data Aktual Program BERANI Cerdas:
-
Hingga kini, lebih dari 18.320 mahasiswa telah menikmati manfaat beasiswa dari program ini.
-
Pemprov Sulteng menargetkan lahirnya 50.000 sarjana setiap tahunnya.
-
Sebagai dukungan penuh, Pemprov berencana memperluas cakupan beasiswa hingga jenjang S2 dan S3 pada tahun 2026 mendatang

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi,” kata Gubernur Anwar Hafid, yang juga secara simbolis menyerahkan hibah tanah kepada UIN Datokarama Palu sebagai wujud dukungan total pemerintah daerah terhadap pengembangan kampus Islam kebanggaan Sulawesi Tengah. (**)