MTQ Cabang Tahfidz Al-Qur'an 5 Juz Tilawah dan 30 Juz Diikuti Seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng
- Selasa, 09 Juni 2026 - 12:40 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andry
Peserta cabang Tahfidz Al-Qur'an golongan 5 juz tilawah dan 30 juz mengikuti perlombaan pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Masjid Ar-Rahman 2 Kelapa Gading, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi.
Faktasulteng.id, SIGI – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) cabang Tahfidz Al-Qur'an golongan 5 juz tilawah dan 30 juz berlangsung di Masjid Ar-Rahman 2 Kelapa Gading, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi. Cabang perlombaan ini diikuti peserta dari hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah yang mengirimkan perwakilannya untuk berkompetisi dalam salah satu cabang favorit MTQ tersebut.
Ketua Dewan Hakim cabang Tahfidz Al-Qur'an golongan 5 juz tilawah dan 30 juz, Ustaz Muhammad Jabir, menjelaskan bahwa mekanisme penilaian pada golongan 5 juz tilawah berfokus pada kualitas tilawah dan kemampuan hafalan peserta. Seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah juga telah mengirimkan peserta pada golongan 5 juz tilawah sehingga jumlah peserta pada cabang tersebut terbilang lengkap.
“Untuk tilawahnya, ada lima bidang yang dinilai, yaitu lagu, suara, tahfidz, tajwid, dan fashahah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dewan hakim akan melakukan penilaian secara objektif dan profesional sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Setiap aspek yang dinilai, mulai dari lagu, suara, hafalan, tajwid hingga fashahah, akan diakumulasi untuk menghasilkan nilai akhir peserta.
“Masing-masing bidang penilaian, seperti lagu, hafalan, dan aspek lainnya, akan diakumulasi dan menjadi nilai akhir setiap peserta,” ujarnya.
Meski kuota peserta dari setiap kabupaten dan kota telah terpenuhi, Muhammad Jabir menilai masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu menjadi perhatian peserta, terutama dalam aspek tajwid dan hafalan.
“Saya menghimbau para peserta untuk terus meningkatkan kualitasnya. Dari berbagai bidang yang dinilai masih ditemukan beberapa kekurangan, mulai dari tajwid, fashahah, lagu, suara, hingga hafalan. Masih ada peserta yang salah atau lupa sambungan ayat. Karena itu, saya berharap mereka lebih giat dan tekun dalam belajar serta berlatih,” pungkasnya.