Menag dan Gubernur Dorong Masjid Raya Baitul Khairaat Jadi Pusat Peradaban Umat
- Minggu, 02 November 2025 - 16:22 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Menag Nasaruddin Umar Tinjau Mesjid Raya Baitul Khairaat Kota Palu Bersama Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Ahad, 2 November 2025. (Foto: PPID Sulteng)
Palu, Faktasulteng.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., meninjau langsung progres pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Palu pada Minggu (2/11/2025). Kunjungan ini dilakukan menjelang rencana serah terima masjid megah tersebut yang dijadwalkan pada 15 November 2025 mendatang.
Masjid Raya Baitul Khairaat, yang berdiri di atas lahan seluas empat hektar dan mampu menampung hingga 15.000 jamaah, didorong untuk tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat peradaban, kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi umat.
Fungsi Masjid Harus Produktif dan Mandiri
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar secara tegas menyampaikan bahwa masjid modern harus menjadi pusat pemberdayaan umat, mencontoh fungsi Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW yang merangkap sebagai pusat pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengadilan.
"Masjid harus hidup dan produktif. Di dalamnya bisa terjadi interaksi antara masyarakat kecil dan pemilik modal, antara pejabat dan rakyat, sehingga melahirkan kolaborasi yang menyejahterakan. Inilah fungsi masjid sesungguhnya," ujar Prof. Nasaruddin.
Menag juga menyoroti aspek arsitektur Masjid Raya Baitul Khairaat yang dirancang menyesuaikan dengan iklim Kota Palu yang panas, ditunjukkan dengan ventilasi udara terbuka dan tata ruang efisien yang mencerminkan konsep ramah lingkungan dan hemat energi.
Untuk aspek keberlanjutan, Menag menyarankan agar area serbaguna di bawah masjid dimanfaatkan secara produktif, termasuk untuk kegiatan ekonomi umat.
"Bagian bawahnya bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi umat. Misalnya akad nikah di atas, resepsi di bawah. Dengan begitu, operasional masjid bisa mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.
Simbol Program Unggulan "BERANI Berkah"

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, menyampaikan rasa syukur atas hampir rampungnya pembangunan masjid yang akan menjadi ikon baru Kota Palu ini.
"Alhamdulillah, kita semua berbangga. Insyaallah, masjid ini akan diserahterimakan pada 15 November mendatang," kata Gubernur Anwar.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Masjid Raya Baitul Khairaat akan menjadi simbol nyata dari program unggulan pemerintah provinsi, yaitu “BERANI Berkah”, yang berfokus pada peningkatan kehidupan keagamaan dan spiritualitas masyarakat.
Saat ini, pemerintah provinsi tengah mempersiapkan badan pengelola, imam besar, para imam, dan muazin, agar masjid dapat segera difungsikan secara maksimal setelah peresmian.
"Masjid ini akan menjadi pusat kegiatan umat Islam sekaligus rumah besar bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk membangun kebersamaan dan keberkahan," tutup Gubernur Anwar Hafid.
Diharapkan, Masjid Raya Baitul Khairaat Palu dapat menjadi pusat spiritual dan sosial yang hidup, tempat umat berinteraksi, belajar, dan tumbuh bersama dalam semangat moderasi dan keberkahan. (**)