Tenun Bomba "Menari" di JMFW 2026: Sry Nirwanti Bahasoan dan Kekuatan 17 Ribu Wirausaha Muda Sulteng

Tenun Bomba "Menari" di JMFW 2026: Sry Nirwanti Bahasoan dan Kekuatan 17 Ribu Wirausaha Muda Sulteng Ketua Dekranasda, Sri Nirwanti Kenakan Tenun Batik Bomba Donggala di JMFW Jakarta
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

JAKARTA, Faktasulteng.id – Sebuah mahakarya budaya Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali mencuri atensi panggung mode nasional. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, tampil anggun dan penuh percaya diri mengenakan busana muslim berbahan tenun Bomba khas Donggala dalam ajang bergengsi Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Balai Kartini, Jakarta.

Bukan sekadar kain, tenun Bomba—yang secara lokal juga dikenal sebagai Buya Sabe—adalah warisan adiluhung Suku Kaili di Lembah Palu dan Kabupaten Donggala, yang motifnya sarat makna filosofis mendalam. Busana yang dikenakan merupakan buah karya desainer ternama asal Sulteng, Febry Ferry Fabry (FFF). FFF dikenal konsisten membawa wastra daerah ini ke kancah nasional dan internasional, membuktikan bahwa kain tradisional dapat tampil modern, fleksibel, dan fashionable.

Kehadiran Tenun Bomba di panggung mode ini menjadi penegas bahwa potensi ekonomi kreatif di Sulteng terus menggeliat, didukung penuh oleh generasi muda. Data Wirausaha Muda (usia 16-30 tahun) di Sulawesi Tengah menunjukkan angka yang menjanjikan, menjadi fondasi kuat bagi promosi produk lokal seperti Tenun Bomba ini.

Donggala dan Semangat Wirausaha Muda

Khusus di Kabupaten Donggala, daerah asal kain legendaris ini, tercatat ada 2.252 wirausaha muda berusia 16-30 tahun. Angka ini terdiri dari 1.122 wirausaha laki-laki dan 1.130 wirausaha perempuan, per tanggal input data di September 2024 (periode 01-11-2023 hingga 31-10-2024).

Secara keseluruhan di Sulawesi Tengah, total wirausaha muda (usia 16-30 tahun) mencapai 17.750 orang, menunjukkan besarnya gelombang semangat berwirausaha yang siap menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Angka ini menjadi data riil yang menguatkan optimisme Dekranasda bahwa produk daerah memiliki pasar dan pelaku yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan menyampaikan kebanggaannya atas kolaborasi ini, yang secara eksplisit menghubungkan promosi budaya dengan peluang ekonomi.

“Tenun Bomba bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya dan identitas masyarakat Sulawesi Tengah yang harus kita jaga dan perkenalkan ke dunia. Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa wastra daerah juga bisa tampil modern, anggun, dan berdaya saing tinggi,” ujar Sry Nirwanti.

Sry Nirwanti juga memberikan apresiasi khusus kepada Febry Ferry Fabry (FFF) atas dedikasinya yang secara konsisten mengangkat wastra Sulawesi Tengah. “Kami sangat bangga dengan kiprah FFF yang selalu menghadirkan karya berkelas berbahan tenun daerah. Dedikasi dan kreativitasnya menjadi contoh nyata bagaimana anak daerah mampu membawa identitas budaya Sulteng ke panggung mode dunia,” ungkapnya.

Kehadiran Tenun Bomba di JMFW 2026 menegaskan komitmen Sulawesi Tengah dalam memajukan UMKM berbasis budaya. Dengan didukung oleh ribuan wirausaha muda, Tenun Bomba Donggala diharapkan semakin dikenal sebagai identitas budaya yang bernilai tinggi dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Sulteng di kancah global. (faktasulteng.id)