Predikat A SAKIP Dipertahankan, Anwar Hafid Ingatkan Percepatan Serapan Anggaran
- Senin, 15 September 2025 - 12:14 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Sekretaris Provinsi Novalina saat menghadiri acara Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Gedung Pogombo, Palu. (Foto: ist)
Faktasultenf.id, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali meraih predikat A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award 2025. Capaian itu diumumkan dalam acara Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi Sulteng yang digelar di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur, Senin, 15 September 2025.
Acara ini dihadiri Gubernur Anwar Hafid, Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, dan Sekretaris Provinsi Novalina. Kegiatan dirangkaikan dengan evaluasi RKPD 2025, penandatanganan perjanjian kinerja perubahan 2025, desk evaluasi RKPD triwulan II, serta penganugerahan SAKIP Award.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut penghargaan itu hasil kerja keras seluruh perangkat daerah. Ia menegaskan, target Pemprov Sulteng bukan sekadar mempertahankan predikat A, melainkan meningkatkan capaian ke level yang lebih tinggi pada 2026.
“Nilai baik yang kita raih harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Target kita ke depan, SAKIP Sulawesi Tengah bisa naik ke level A pada 2026, bukan menunggu 2027. Saya percaya, kalau kita serius dan fokus, hal itu bisa tercapai,” kata Anwar.
Selain soal kinerja, Gubernur juga menyoroti percepatan penyerapan anggaran. Ia mengingatkan agar dana daerah segera didistribusikan untuk memberi dampak langsung ke masyarakat.
“Hari ini masih ada Rp500 miliar di kas daerah. Kalau Rp200 miliar saja terserap ke masyarakat, itu sudah memberi pengaruh besar bagi perputaran ekonomi. Jangan tunggu akhir tahun baru bergerak,” ujarnya.
Anwar menekankan agar belanja daerah lebih banyak berpihak pada rakyat, bukan sekadar habis di biaya operasional.
“Kalau kegiatan bisa dikerjakan dua orang, jangan melibatkan sepuluh orang. Anggaran harus efisien, tapi jangan ragu untuk mengalokasikan lebih pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Mulai 2026, Anwar memastikan akan turun langsung mengawal penyusunan APBD. Ia ingin perencanaan keuangan daerah benar-benar berbasis pada sembilan pilar pembangunan Berani, yang menjadi arah kebijakan Provinsi Sulteng.
“Kita semua ini orang-orang terpilih yang diberi amanah. Jangan banyak santai. Mari bekerja lebih keras, bahkan di akhir pekan, untuk memastikan program benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (**)