Plaza Tolitoli yang Dulu Ramai Kini Sepi, Lantai Dua Dipenuhi Toko Tutup dan Bangunan Kian Kusam

Plaza Tolitoli yang Dulu Ramai Kini Sepi, Lantai Dua Dipenuhi Toko Tutup dan Bangunan Kian Kusam Kondisi lantai dua Plaza Tolitoli yang kini tampak sepi dengan banyak toko tutup dan bangunan yang mulai kurang terawat.
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, TOLITOLI – Plaza Tolitoli yang dahulu dikenal sebagai salah satu pusat keramaian masyarakat kini mengalami penurunan aktivitas yang signifikan. Lantai dua bangunan yang sebelumnya dipenuhi deretan toko, pusat permainan anak, dan pengunjung kini tampak lengang. Sejumlah toko telah tutup, area permainan anak tidak lagi beroperasi, sementara kondisi bangunan terlihat semakin kurang terawat dengan atap yang kusam, sampah berserakan di sejumlah sudut, serta beberapa bagian lantai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memberikan gambaran perubahan besar yang terjadi pada salah satu pusat perbelanjaan utama di Kabupaten Tolitoli.

Beberapa tahun silam, lantai dua Plaza Tolitoli menjadi salah satu tujuan favorit keluarga untuk menghabiskan waktu. Anak-anak bermain di wahana permainan, sedangkan orang tua berbelanja di deretan toko yang ramai dikunjungi. Aktivitas ekonomi saat itu berjalan cukup baik sehingga plaza menjadi salah satu pusat perdagangan yang hidup di Kabupaten Tolitoli. Namun, kondisi tersebut kini tinggal kenangan. Banyak toko telah tutup dan jumlah pengunjung terus menurun sehingga lorong-lorong yang dahulu ramai kini tampak sepi.

Salah seorang pedagang yang masih berjualan di lantai dasar Plaza Tolitoli mengatakan pendapatan para pedagang mengalami penurunan dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu ketika plaza masih menjadi pusat keramaian masyarakat.

Menurutnya, penurunan mulai terasa sejak pandemi COVID-19 dan semakin dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan perdagangan melalui platform digital seperti Shopee dan TikTok Shop.

"Kalau sekarang memang sudah jauh berbeda. Dulu pembeli ramai, sekarang banyak yang lebih memilih belanja online. Tinggal pesan dari rumah, barang langsung diantar. Banyak juga yang sekarang berjualan kembali dari produk yang mereka beli secara online," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan di plaza semakin lesu karena masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus datang langsung ke pusat perbelanjaan. Perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor yang dirasakan langsung oleh para pedagang yang masih bertahan berjualan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, bangunan Plaza Tolitoli saat ini bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Kepemilikan sebagian area, termasuk lantai dua, berada di bawah pengelolaan pihak swasta sehingga pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan renovasi secara langsung.

Meski demikian, beredar wacana bahwa pengelolaan bangunan tersebut berpotensi beralih kepada pemerintah pada tahun 2027. Namun hingga saat ini belum ada kepastian maupun keterangan resmi mengenai rencana tersebut.