Pizza Hut Dijual Rp44 Triliun, Akhiri Babak Panjang di Bawah Yum! Brands

Pizza Hut Dijual Rp44 Triliun, Akhiri Babak Panjang di Bawah Yum! Brands Ilustrasi gerai Pizza Hut di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Perusahaan induk Pizza Hut, Yum! Brands, mengumumkan penjualan jaringan restoran tersebut senilai US$2,7 miliar. (Foto: Google Maps/rio mauritz)
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, JAKARTA – Salah satu merek pizza paling terkenal di dunia, Pizza Hut, akan berganti pemilik. Perusahaan induknya, Yum! Brands, sepakat melepas jaringan restoran tersebut dalam transaksi senilai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp44 triliun.

Penjualan itu menandai berakhirnya perjalanan panjang Pizza Hut di bawah kendali Yum! Brands, perusahaan yang juga membawahi KFC dan Taco Bell. Dalam skema yang disepakati, bisnis Pizza Hut akan dibagi ke dalam dua wilayah operasi utama.

Perusahaan investasi LongRange Capital akan mengambil alih bisnis Pizza Hut di luar Tiongkok Daratan dengan nilai sekitar US$ 1,5 miliar. Wilayah ini mencakup lebih dari 15.500 gerai yang tersebar di berbagai negara.

Adapun operasi Pizza Hut di Tiongkok, yang memiliki sekitar 4.375 gerai, akan diakuisisi oleh Yum China Holdings senilai US$ 1,2 miliar.

Keputusan melepas Pizza Hut tidak datang tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan restoran yang didirikan di Wichita, Kansas, Amerika Serikat, pada 1958 itu menghadapi tekanan yang semakin besar. Persaingan bisnis pizza makin ketat, sementara perubahan perilaku konsumen dan tingginya biaya operasional turut menggerus kinerja perusahaan.

Di pasar Amerika Serikat, Pizza Hut bahkan berencana menutup sekitar 250 gerai sepanjang 2026. Sejumlah lokasi dinilai tidak lagi mampu menghasilkan keuntungan yang memadai di tengah persaingan layanan pesan antar dan platform digital.

Chief Executive Officer Yum! Brands, Chris Turner, mengatakan kepemilikan baru diharapkan membuka ruang bagi Pizza Hut untuk bertransformasi dan mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Meski menghadapi tantangan di sejumlah pasar, kondisi berbeda terjadi di Tiongkok. Di negara itu, Pizza Hut masih mencatat pertumbuhan. Penjualan meningkat sekitar 4 persen pada tahun lalu, sementara laba operasional tumbuh 19 persen. Yum China bahkan menargetkan jumlah gerainya bertambah menjadi lebih dari 6.000 outlet pada 2028.

Selama beberapa dekade, Pizza Hut dikenal sebagai salah satu pemimpin pasar pizza global. Namun dalam satu dasawarsa terakhir, dominasinya mulai tergerus oleh kompetitor yang lebih agresif dalam memanfaatkan teknologi digital dan layanan pengantaran makanan, termasuk Domino’s Pizza.

Transaksi senilai US$ 2,7 miliar tersebut diperkirakan selesai pada kuartal ketiga 2026 setelah memperoleh persetujuan regulator dan pemegang saham terkait.

Editor: Redaksi Faktasulteng.id
Sumber: Reuters, CBS News, New York Post, MarketWatch.