Panen Raya Jagung 2025, Target Swa Sembada 2026: Jalan Prabowo Wujudkan Gemah Ripah Loh Jinawi
- Kamis, 05 Juni 2025 - 12:41 WITA
- Editor: Redaksi
Foto: Ist.
Faktasulteng.id, Bengkayang - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai swasembada jagung pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Pelepasan Ekspor Jagung di Bengkayang, Kamis, 5 Juni 2025. Prabowo optimistis bahwa janji Menteri Pertanian dan Kapolri untuk menghentikan impor jagung di tahun tersebut akan terwujud.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti potensi besar jagung sebagai sumber pangan, termasuk gagasan pembuatan nasi jagung yang dinilainya lebih sehat. Untuk diketahui nasi jagung sudah menjadi makanan tradisional di Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai nasi talebe.
Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Ekspor Perdana
Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita juga harus meningkatkan pendapatan petani, mereka adalah produsen pangan, mereka harus hidup dengan layak,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, pemerintah akan berintervensi melalui bantuan alat, teknologi, benih, dan pupuk untuk mendukung sektor pertanian.
Hari ini, Indonesia juga dijadwalkan melepas ekspor perdana jagung ke negara tetangga. Langkah ini diharapkan menjadi gerbang pembuka pasar internasional bagi produk jagung Indonesia.
Sinergi Bangsa dan Cita-cita Kemakmuran
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, Kementerian Pertanian, TNI, dan para pemimpin daerah atas dukungan yang diberikan. Ia menyoroti sinergi unik yang dimiliki Indonesia.
“Sekali lagi terima kasih jajaran Kapolri, Menteri Pertanian, TNI, para pemimpin daerah. Sesuatu kelebihan Indonesia adalah sinergi, TNI, Polri, akademisi, teknokrat, kampus, Pemda, pengusaha, ulama, ini adalah sesuatu yang unik dan ini adalah sesuatu yang ditakuti oleh bangsa lain,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo memaparkan rencana pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia yang akan bersinergi dengan koperasi yang sudah sukses. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan harga pangan terjangkau bagi rakyat, meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan nilai tukar nelayan, serta memenuhi nutrisi masyarakat. “Sehingga kita menjadi bangsa yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi,” pungkas Prabowo. (Apri)