Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun Dibangun di Morowali, Siap Serap Hingga 10 Ribu Pekerja

Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun Dibangun di Morowali, Siap Serap Hingga 10 Ribu Pekerja Ilustrasi Pabri Kelapa Morowali
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

Morowali, Faktasulteng.id – Pembangunan pabrik hilirisasi kelapa skala besar di Desa Topogaro, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kini tengah berlangsung dengan nilai investasi mencapai Rp1,6 triliun. Proyek ini menjadi salah satu investasi sektor pertanian terbesar yang masuk ke Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Pabrik tersebut dikembangkan oleh perusahaan asal China, Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd, yang bekerja sama dengan mitra Indonesia. Fasilitas industri ini dirancang untuk mengolah produk turunan kelapa, termasuk santan, air kelapa, dan bahan olahan lain yang berorientasi ekspor.

Menurut pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, fasilitas ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Kapasitas produksinya diproyeksikan mampu mengolah hingga 500 juta butir kelapa per tahun, menjadikannya salah satu pabrik kelapa terbesar di Asia.

Selain nilai investasi yang besar, pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja saat operasional puncak. Rekrutmen tenaga kerja lokal menjadi salah satu fokus utama, mengingat besarnya kebutuhan SDM dalam proses produksi, logistik, hingga tenaga administrasi.

Investasi besar ini juga sejalan dengan agenda pemerintah mempercepat hilirisasi komoditas pertanian. Pabrik di Morowali diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk kelapa lokal, sekaligus memperkuat rantai pasok industri kelapa di Sulawesi Tengah dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah daerah Morowali dan provinsi disebut menyambut proyek ini sebagai peluang strategis bagi pertumbuhan ekonomi baru di sektor non-nikel, mengingat dominasi industri pertambangan dalam struktur ekonomi Morowali.

Pembangunan pabrik saat ini masih berjalan dan menjadi perhatian masyarakat karena skala serta potensi penyerapan tenaga kerjanya. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut pada 2026, Morowali diprediksi menjadi salah satu pusat hilirisasi kelapa terbesar di Indonesia. (Ap)