Inflasi Tolitoli Juni 2026 Capai 5,41 Persen, Tertinggi di Sulawesi Tengah
- Rabu, 01 Juli 2026 - 17:46 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Aisyah Galuh
BPS Kabupaten Tolitoli merilis Berita Resmi Statistik yang mencatat inflasi Juni 2026 di Tolitoli mencapai 5,41 persen secara tahunan, tertinggi di Sulawesi Tengah. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, bawang merah, dan ikan. Foto: Dokumentasi BPS Kabupaten Tolitoli.
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 5,41 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122,24. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli yang disampaikan pada Rabu (1/7/2026), angka tersebut menjadikan Tolitoli sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, inflasi month-to-month (m-to-m) Juni 2026 tercatat sebesar 2,26 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) atau inflasi tahun kalender mencapai 4,46 persen.
Kepala BPS Kabupaten Tolitoli, Muhammad Zein, menjelaskan tingginya inflasi pada Juni dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan sejumlah komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang menjadi penyumbang utama di antaranya cabai rawit, bawang merah, serta beberapa jenis ikan. Kondisi cuaca juga diduga turut memengaruhi kenaikan harga komoditas perikanan.
"Beberapa hal yang menjadi fenomena terhadap terbentuknya angka inflasi pada bulan Juni di Kabupaten Tolitoli di antaranya dipicu oleh kekurangan pemasukan atau stok komoditas barang pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, terutama cabai rawit, bawang merah, dan ikan. Selain itu, kondisi cuaca juga diduga menjadi pemicu tingginya harga komoditas ikan," jelasnya saat menyampaikan Berita Resmi Statistik secara daring.
BPS mencatat, pada inflasi month-to-month Juni 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,04 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan meliputi cabai rawit, ikan layang, bawang merah, ikan cakalang, dan ikan kembung.
Dalam paparannya, Muhammad Zein juga mengingatkan bahwa tren inflasi di Kabupaten Tolitoli menunjukkan kecenderungan meningkat dalam beberapa bulan terakhir sehingga perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
"Kalau dilihat dari bulan Maret sampai Juni 2026 menunjukkan tren peningkatan. Ini menjadi warning bagi kita di Kabupaten Tolitoli terkait pengelolaan inflasi karena dari bulan ke bulan menunjukkan tren kenaikan," ujarnya.
Ia menambahkan, tren serupa juga terlihat pada inflasi year-to-date yang mencapai 4,46 persen hingga Juni 2026. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan perlunya upaya menjaga stabilitas harga, mengingat sejumlah komoditas mengalami kenaikan secara bertahap setiap bulan.
BPS juga mencatat kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara year-on-year adalah pendidikan sebesar 21,79 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,26 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,88 persen.
Sebagai pembanding, BPS mencatat Kabupaten Tolitoli menjadi daerah dengan inflasi year-on-year tertinggi di Sulawesi Tengah pada Juni 2026 sebesar 5,41 persen, sedangkan inflasi year-on-year terendah tercatat di Kabupaten Morowali sebesar 2,82 persen. Untuk inflasi month-to-month, Tolitoli juga mencatat angka tertinggi sebesar 2,26 persen, sementara yang terendah berada di Kota Palu sebesar 0,79 persen.
Tingginya inflasi serta tren kenaikan yang terjadi sejak Maret hingga Juni 2026 menjadi perhatian bagi upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Tolitoli, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.