IHSG Anjlok 8 Persen Hingga Picu Trading Halt, Sinyal Waspada Bagi Investasi di Sulawesi Tengah

IHSG Anjlok 8 Persen Hingga Picu Trading Halt, Sinyal Waspada Bagi Investasi di Sulawesi Tengah Ilustrasi/Ai.
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

PALU, Faktasulteng.id – Lantai bursa nasional dilanda kepanikan masif pada pembukaan sesi II perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mengalami trading halt atau penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan setelah terkoreksi tajam melampaui ambang batas psikologis 5 persen.

Langkah darurat ini diambil Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul tekanan jual besar-besaran yang dipicu oleh penyesuaian bobot indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International). Hingga perdagangan dihentikan tepat pukul 13.30 WIB, aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing tercatat melonjak tajam, memaksa otoritas bursa mengaktifkan protokol stabilitas pasar.

"Sesuai dengan prosedur penanganan volatilitas, penghentian sementara dilakukan selama 30 menit karena indeks mengalami penurunan di atas 5 persen. Kami terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memitigasi tekanan pasar yang lebih dalam," tulis pernyataan resmi otoritas bursa yang diterima redaksi.

Guncangan ini terjadi di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Merujuk pada tren pertumbuhan, penurunan tajam pada instrumen pasar modal seringkali berdampak pada nilai aset investasi publik. Data Statistik Daerah Provinsi Sulawesi Tengah 2025 menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan dan investasi di Sulteng sedang dalam tren meningkat, sehingga volatilitas nasional ini dipastikan akan memberikan tekanan psikologis bagi para pemegang aset investasi di daerah.

Di Sulawesi Tengah, kesadaran investasi masyarakat mulai tumbuh pesat, terutama di Kota Palu yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Sulteng sebesar 84,12 (BPS 2024). Dengan daya beli dan literasi keuangan yang lebih tinggi dibanding wilayah lain di Sulteng, warga Palu dan sekitarnya yang memiliki portofolio saham atau reksa dana diimbau untuk tidak melakukan tindakan gegabah atau panic selling yang dapat memperburuk kerugian pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, pasar masih menunggu kepastian dibukanya kembali sesi perdagangan. Redaksi Faktasulteng.id akan terus memantau dampak transmisi guncangan pasar modal ini terhadap stabilitas ekonomi makro di tingkat provinsi.