Ekonomi Sulawesi Tengah Melesat 8,47 Persen di Tahun 2025, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama
- Sabtu, 07 Februari 2026 - 16:00 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Apri
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2025 mencapai 8,47 persen dengan sektor industri pengolahan sebagai motor utama, didukung peningkatan nilai PDRB dan ekspor daerah. (FotoIlustrasi/Ai)
Faktasulteng.id, PALU – Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 8,47 persen sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp415.477,22 miliar, menempatkan Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah dengan akselerasi ekonomi paling progresif di kawasan Timur Indonesia.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 14,12 persen. Sektor ini melampaui sektor-sektor tradisional lainnya seiring meningkatnya nilai tambah komoditas unggulan daerah. Sementara dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 10,61 persen, mencerminkan daya saing produk Sulawesi Tengah di pasar internasional yang tetap terjaga dan cenderung menguat.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa dominasi sektor industri pengolahan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, baik dari sisi produksi maupun kontribusinya terhadap peningkatan ekspor barang dan jasa sepanjang tahun 2025.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, tren pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi pemulihan ekonomi daerah. Secara triwulanan, kinerja ekonomi Sulawesi Tengah relatif stabil sejak triwulan pertama 2025. Bahkan pada triwulan IV-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 9,43 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun 2024, memberikan sinyal positif bagi iklim investasi dan dunia usaha.
Dalam konteks lokal, pertumbuhan ekonomi tersebut turut berdampak pada peningkatan PDRB per kapita yang kini mencapai Rp131,64 juta. Tantangan ke depan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah adalah memastikan pertumbuhan tersebut berimplikasi langsung pada penyerapan tenaga kerja sektor industri serta distribusi kesejahteraan yang lebih merata hingga tingkat rumah tangga, agar laju pertumbuhan ekonomi sejalan dengan penurunan angka kemiskinan di wilayah pendukung industri.