Dulu Jadi Pusat Perdagangan, Kini Pasar Bumi Harapan Tolitoli Tak Lagi Seramai Dulu

Dulu Jadi Pusat Perdagangan, Kini Pasar Bumi Harapan Tolitoli Tak Lagi Seramai Dulu Kondisi Pasar Bumi Harapan (Pasar Shopping) di Kabupaten Tolitoli yang kini tampak lengang dengan banyak kios dan ruko tutup. Foto:Aisyah/Kartika/Faktasulteng.id
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, TOLITOLI – Pasar Bumi Harapan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Shopping di Kabupaten Tolitoli kini tak lagi seramai beberapa tahun silam. Pasar yang dahulu menjadi salah satu pusat perdagangan utama di daerah itu kini terlihat jauh berbeda. Sejumlah lapak dan ruko tampak tutup, sementara jumlah pengunjung yang datang berbelanja terus mengalami penurunan. Meski pemerintah telah melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur, aktivitas jual beli di pasar tersebut belum kembali ramai seperti dulu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak kios dan ruko di kawasan pasar tampak tutup. Lorong-lorong yang dahulu dipadati pembeli kini terlihat lengang. Hanya sebagian pedagang yang masih bertahan menjajakan dagangannya, mulai dari pakaian, sepatu, tas, jam tangan hingga kebutuhan pokok.

Salah seorang pedagang, Murni, mengaku kondisi sepinya pembeli telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap pendapatannya.

"Kalau lihat sekarang memang sunyi sekali. Kadang sehari bersyukur bisa dapat Rp50 ribu. Pembeli sekarang lebih banyak ke Pasar Susumbolan," ujarnya.
Menurut Murni, salah satu penyebab banyak pedagang meninggalkan Pasar Bumi Harapan adalah banjir yang dulu kerap menggenangi kawasan pasar saat hujan deras. Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan terganggu hingga akhirnya banyak pedagang memilih pindah ke lokasi lain.

"Awalnya banyak yang pindah karena kalau hujan sering banjir. Memang sekarang sebagian sudah dipaving oleh pemerintah, tapi kami belum tahu bagaimana ke depannya," katanya.
Selain faktor tersebut, perubahan pola belanja masyarakat serta berpindahnya banyak pedagang ke Pasar Susumbolan turut memengaruhi aktivitas perdagangan di Pasar Bumi Harapan. Berkurangnya jumlah pengunjung membuat pedagang kesulitan memperoleh pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya operasional maupun sewa tempat usaha.

Meski demikian, suasana pasar mulai terlihat berbeda pada sore hingga malam hari. Di area yang telah dipasangi paving block, banyak pedagang sayur dari sejumlah desa datang menjajakan hasil pertanian mereka. Sebagian berjualan secara lesehan di atas tikar, sementara lainnya memanfaatkan mobil pikap (open cup) sebagai lapak dagangan. Kehadiran para pedagang tersebut menjadi aktivitas yang masih menghidupkan kawasan pasar, meski keramaiannya belum mampu mengembalikan kondisi seperti masa kejayaan Pasar Bumi Harapan.

Meski pemerintah telah melakukan penataan melalui pemasangan paving block dan perbaikan sejumlah fasilitas pasar, kondisi tersebut dinilai belum mampu mengembalikan keramaian seperti masa lalu.

Kini, sejumlah kios dibiarkan kosong dan beberapa bangunan mulai tampak tidak terawat akibat lama tidak digunakan. Pemandangan tersebut menjadi potret menurunnya aktivitas ekonomi di salah satu pasar yang dahulu menjadi pusat perdagangan masyarakat Tolitoli.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan langkah-langkah yang lebih efektif untuk menghidupkan kembali Pasar Bumi Harapan, tidak hanya melalui perbaikan fisik, tetapi juga melalui program yang mampu menarik minat pedagang dan masyarakat agar kembali beraktivitas di pasar tersebut.