DPRD Sulteng Soroti Rencana Poso Energy mau Bangun Unit 4, Marlelah: Serapan Listrik Baru 37 Persen
- Senin, 08 Desember 2025 - 12:45 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Dra Marlelah, Anggota Komisi II DPRD Sulteng, Fraksi Demokrat.
Faktasulteng.id, JAKARTA – Rencana ekspansi Poso Energy untuk membangun pembangkit listrik Unit 4 menuai sorotan dari DPRD Sulawesi Tengah. Anggota Komisi II DPRD Sulteng, Marlelah, mempertanyakan urgensi pembangunan tersebut mengingat kapasitas listrik yang ada saat ini belum terserap maksimal oleh PLN.
Hal ini terungkap saat Marlelah berkonsultasi dengan pejabat Dirjen SDA Kementerian PUPR terkait perizinan air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
"Ini ada logika yang menurut saya keliru. Kapasitas yang tersedia dari Unit 1, 2, dan 3 itu besar, tapi yang terpakai atau dibeli PLN baru sekitar 37 persen atau 17000 kwh. Kok sekarang malah merencanakan bangun Unit 4? Terus listriknya mau dibuang ke mana?" ujar Marlelah dengan nada heran.
Politisi Demokrat ini menjelaskan bahwa ketimpangan antara produksi dan serapan ini merugikan daerah. Pasalnya, Pajak Air Permukaan (PAP) yang diterima daerah dihitung berdasarkan jumlah KWH listrik yang terjual ke PLN, bukan berdasarkan kapasitas air yang dibendung.
"Kita di daerah maunya mereka jual banyak, full capacity, supaya pajak yang masuk ke daerah juga besar. Kalau yang terserap sedikit, pajaknya sedikit, tapi dampak lingkungannya tetap besar. Sawah masyarakat tergenang, irigasi rusak, kita yang terima demonya," tambahnya.
Marlelah meminta pihak Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk lebih jeli dalam menerbitkan izin penggunaan air baru. Ia juga berencana memanggil pihak PLN untuk melakukan cross-check terkait kontrak pembelian listrik tersebut.
"Jangan sampai kita biarkan izin keluar, lingkungan rusak, tapi manfaat ekonominya untuk daerah minim. Kami akan selidiki, apakah masalahnya di kontrak PLN atau di mana. Jangan buru-buru bangun Unit 4 sebelum yang ada sekarang dimaksimalkan," tutup Marlelah. (Apri)