Dinas Perikanan Tolitoli Gelar Pasar Murah Ikan Segar untuk Tekan Inflasi
- Rabu, 19 November 2025 - 15:23 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Kartika
Sekretaris Dinas Perikanan Tolitoli, Dedi, saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah Ikan Segar Tanggap Inflasi di halaman kantor dinas.
Faktasulteng.id, TOLITOLI — Dinas Perikanan Kabupaten Tolitoli menggelar Pasar Murah Ikan Segar Tanggap Inflasi sebagai langkah strategis menekan tingginya angka inflasi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Tolitoli, Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 10, Kelurahan Tuweley.
Sekretaris Dinas Perikanan, Dedi, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi inflasi Sulawesi Tengah, di mana Kabupaten Tolitoli tercatat memiliki angka inflasi tertinggi. Ia menyebutkan, komoditas ikan menjadi salah satu penyumbang terbesar.
“Beberapa waktu yang lalu, evaluasi inflasi menunjukkan bahwa Tolitoli yang tertinggi di Sulawesi Tengah. Salah satu penyumbang inflasi itu adalah ikan, seperti ikan cakalang, ikan lajang, dan ikan rumah-rumah. Maka kami mengambil langkah membuat pasar murah untuk membantu mengurangi angka inflasi yang melonjak,” jelasnya.
Pada kegiatan perdana ini, jenis ikan yang dijual masih terbatas pada ikan cakalang, namun dengan harga jauh di bawah harga pasar.
“Kalau harga di pasaran 40 ribu, maka di pasar murah ini lebih rendah. Untuk cakalang ukuran 1 kilogram, harganya hanya 10 ribu rupiah. Harga berkisar dari 10 sampai 20 ribu tergantung ukuran,” kata Dedi.
Ia menambahkan, ikan yang dijual berasal dari nelayan lokal yang telah diajak berdialog dan menyatakan kesediaannya mendukung pemerintah dalam menekan inflasi. Sejauh ini, sebanyak 280 kilogram ikan telah masuk untuk keperluan pasar murah dan jumlahnya masih dapat bertambah.
Program pasar murah ini direncanakan berlangsung hingga Desember, namun tidak dilaksanakan setiap hari.
“Jika harga ikan di pasar sedang murah, maka kegiatan bisa dihentikan sementara. Ke depan, kami merencanakan penambahan jenis ikan lain seperti ikan batu dan berbagai olahan,” tambahnya.
Dedi menegaskan bahwa Dinas Perikanan merasa berkewajiban mengambil peran dalam upaya menurunkan inflasi di daerah.
“Setiap bulan ada rapat evaluasi dengan bupati, gubernur, dan Menteri Dalam Negeri. Dan karena Tolitoli salah satu yang tertinggi, kami merasa berkewajiban membantu menurunkan inflasi melalui langkah ini,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga, Pak Bambang, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pasar murah tersebut.
“Saya rasa bagus ada pasar murah seperti ini. Selama ini Dinas Perikanan belum pernah melakukan kegiatan seperti ini. Di pasar harga ikan kadang mahal, jadi program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai pasar murah ikan segar sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung ketahanan pangan.
“Ini sangat menguntungkan masyarakat. Harapan kami supaya kegiatan seperti ini terus ditindaklanjuti agar harga ikan tetap stabil dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Program pasar murah ikan segar ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menekan laju inflasi di Kabupaten Tolitoli.
(Kartika)