Di Akhir Tahun 2024, Disbunak Tolitoli Temukan Virus PMK
- Rabu, 01 Januari 2025 - 15:45 WITA
- Editor: Redaksi
FaktaSulteng.id, Tolitoli – Jelang akhir tahun 2024, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tolitoli menemukan wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada puluhan ternak sapi di 3 Kecamatan di Kabupaten Tolitoli yaitu di Kecamatan Dondo, Kecamatan Dampal Selatan, dan Kecamatan Tolitoli Utara. Wabah virus tersebut diduga berasal dari Provinsi Gorontalo.
Temuan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Tolitoli dan telah menginstruksikan kepada Disbunak untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat.
“Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena sebelumnya juga pernah ditemukan pada bantuan 7 ekor sapi di Kecamatan Dondo yang terserang virus PMK” Jelas Amran Hi. Yahya selaku Bupati Tolitoli.
Dalam menghadapi hal tersebut, Disbunak Tolitoli langsung berupaya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke semua kandang dan melakukan pencegahan secara merata di 10 kecamatan. Sehingga sebagian besar ternak yang terjangkit virus tersebut bisa sembuh.
Herman Majid selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tolitoli juga menegaskan bahwa temuan virus PMK tersebut tidak sampai menjadi status Kejadian Luar Biasa (KLB), namun tetap waspada dan siaga 1 untuk mencegah menyebaran virus tersebut ke wilayah lain. Namun akibat temuan tersebut, Pemerintah Daerah setempat seperti Kota Tarakan, mengawasi secara ketat ternak sapi asal Tolitoli. Mereka tidak mau menerima sapi Tolitoli jika tidak terdapat Surat Pernyataan Sehat dan Bebas PMK.
Dikutip dari website Halodoc.com, Penyakit Mulut dan Kuku atau Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit yang berasal dari virus bernama Aphthovirus yang sangat menular. Virus tersebut menyerang semua hewan berkuku belah, termasuk sapi, domba, kambing, unta, rusa, dan babi. Namun tidak mempengaruhi hewan lain seperti kuda, anjing, zebra,dan kucing. Meskipun bukan menjadi ancaman kesehatan pada mayarakat dan keamanan pangan, PMK menjadi perhatian banyak negara di dunia karena bisa menyebar dengan cepat dan bisa melemahkan hewan yang akhirnya akan menhilangkan produksi susu dan daging. Sehingga hal tersebut yang menjadi salah satu penyakit hewan yang paling ditakuti pemilik ternak. (Nasha)