Buka Giat Penyaluran Bantuan UEP dan KUBE Bagi Masyarakat Tolitoli, Wakil Bupati Tegaskan Hindari Penyalahgunaan Melalui Judi Online
- Selasa, 12 Agustus 2025 - 22:30 WITA
- Editor: Nasha
Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, saat membuka kegiatan penyaluran Bantuan UEP dan KUBE di Aula Balre Tau Dako Lipu, Rumah Jabatan Bupati Tolitoli. (Foto: Nasha/Faktasulteng)
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, menegaskan kepada para penerima manfaat agar dapat menggunakan bantuan yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri dan membuka kegiatan Penyaluran Bantuan Modal Usaha Ekonomi Kreatif (UEP) dan Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang mewakili Bupati Tolitoli, pada Selasa, 12 Agustus 2025, pukul 10.00 WITA, di Aula Balre Tau Dako Lipu, Rumah Jabatan Bupati Tolitoli.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan sebuah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar masyarakat yang menerima bantuan dapat bersyukur dan mengelola bantuan tersebut dengan baik.
“Hal itu dikarenakan melihat kondisi yang ada pada saat ini, Kementerian Sosial telah mencoret sebanyak 5 juta penerima karena dianggap sudah tidak layak mendapatkan bantuan akibat taraf hidupnya yang telah naik. Selain itu, juga terdapat ratusan ribu data yang dicoret oleh Kementerian Sosial akibat terdeteksi disalahgunakan dengan bermain Judi Online,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan agar penerima manfaat dapat bersyukur karena hal ini juga berkat kerja keras dan bantuan dari Dinas Sosial yang telah mendata dengan baik. Kemudian juga menghimbau agar Judi Online dapat dihindari oleh masyarakat Tolitoli, dan diharapkan bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik melalui usaha agar dapat berkembang.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati kembali menegaskan agar bantuan ini tidak digunakan untuk bermain Judi Online karena hal itu sudah pasti tidak bisa menghidupi keluarga.
Adapun sasaran bantuan ini adalah KUEP keluarga fakir miskin sebanyak 65 orang yang masing-masing mendapatkan Rp10 juta, KUEP bagi bekas warga binaan Lapas sebanyak 5 orang, dan KUBE sebanyak 1 kelompok yaitu Karang Taruna di Desa Sandana. Rincian jenis usaha yang disalurkan yaitu penjualan kue (18 penerima), perbengkelan (5 penerima), usaha pertanian (13 penerima), menjahit (3 penerima), dagang kios (8 penerima), pertukangan (4 penerima), nelayan (7 penerima), usaha catering (7 penerima), dagang kecil (1 penerima), usaha laundry (2 penerima), dan usaha pencucian motor (1 penerima). Sedangkan terkait KUBE di Desa Sandana, jenis usahanya adalah warung kopi. (Nasha)