Banggai Kepulauan: Membidik Poros Baru Ekonomi Biru, Mengangkat Rumput Laut dari Komoditas Mentah Menuju Kemandirian Pesisir

Banggai Kepulauan: Membidik Poros Baru Ekonomi Biru, Mengangkat Rumput Laut dari Komoditas Mentah Menuju Kemandirian Pesisir Perwakilan Tim Percepatan Pembangunan Banggai Kepulauan, Muh. Haerulla A. Aman, memberikan paparan dalam sosialisasi di Desa Komba-Komba, Rabu (22/10). Program ini fokus pada penyediaan bibit unggul dan penguatan hilirisasi rumput laut. (Faktasulteng.id/Abdy HM)
Ekonomi

Bagikan Berita ini!

BANGGAI KEPULAUAN, Faktasulteng.id – Hamparan laut Banggai Kepulauan yang jernih, bentang garis pantai yang memukau, dan salinitas air yang stabil bukan sekadar lanskap pariwisata. Di bawah permukaan birunya, tersimpan janji kemandirian ekonomi yang kini tengah digenjot serius oleh pemerintah daerah: Rumput Laut.

Komoditas kelautan ini diposisikan sebagai jangkar baru untuk mengangkat perekonomian masyarakat pesisir, mengubah citra Banggai Kepulauan menjadi "poros baru ekonomi biru" di kawasan timur Indonesia. Visi ini melampaui sekadar menanam dan memanen; ia berfokus pada hilirisasi dan penciptaan nilai tambah.

Data Potensi dan Visi Hilirisasi

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Banggai Kepulauan, Doni Moidady, yang diwakili oleh Muh. Haerulla A. Aman, menegaskan bahwa pengembangan rumput laut adalah soal memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

"Rumput laut bukan hanya sekedar komoditas biasa, tapi merupakan masa depan ekonomi pesisir. Kami ingin masyarakat Bangkep menjadi pelaku utama dalam rantai nilai, bukan hanya sebagai pemasok bahan baku,” tegas Haerulla dalam sosialisasi di Desa Komba-Komba, Rabu (22/10).

Kunci yang Mendorong Optimisme:

  • Lahan Potensial: Berdasarkan pemetaan Tim Percepatan, Banggai Kepulauan memiliki sekitar 7.000 hektar lahan pesisir yang dinilai sangat potensial untuk budidaya rumput laut, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Konteks Wilayah: Banggai Kepulauan, sebagai salah satu wilayah di Sulawesi Tengah, memiliki sumber daya laut yang melimpah. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, fokus pembangunan daerah di kawasan ini sangat bergantung pada sektor alam, dan pengembangan rumput laut merupakan langkah strategis untuk diversifikasi dan penguatan ekonomi maritim.

Peta Jalan Menuju Kemandirian

Pengembangan sektor ini diwujudkan melalui serangkaian rencana strategis yang komprehensif. Ini adalah fondasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah bersama mitra untuk mengubah potensi menjadi realitas ekonomi:

  1. Penguatan Produksi: Penyediaan bibit unggul untuk memastikan kualitas panen optimal.

  2. Organisasi Masyarakat: Pembentukan koperasi nelayan untuk memperkuat posisi tawar dan rantai pasok.

  3. Hilirisasi dan Inovasi: Penerapan teknologi pengolahan pascapanen untuk menciptakan produk turunan bernilai tinggi, bukan sekadar menjual bahan mentah.

  4. Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan teknis bagi pembudidaya dan nelayan digelar secara berkala untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperluas akses pasar.

Program ini selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan visi kemandirian yang lebih besar. Tujuannya jelas: dalam beberapa tahun ke depan, Banggai Kepulauan diharapkan mampu berdiri sejajar dengan daerah penghasil rumput laut utama lainnya di Nusantara.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan, Bangkep bergerak dari laut sebagai sumber kehidupan, menjadi pusat kemakmuran yang berkelanjutan bagi warganya. 

 

(Abdy HM)