Anwar Hafid dan Bahlil Sepakat Benahi Tambang untuk Dongkrak PAD Sulteng
- Senin, 25 Agustus 2025 - 12:58 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ist)
Faktasulteng.id, Palu - Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Sulawesi Tengah, Minggu, 24 Agustus 2025, menjadi ruang penting bagi Gubernur Anwar Hafid dan Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membicarakan tata kelola pertambangan di daerah.
Anwar menegaskan Sulawesi Tengah kaya sumber daya mineral seperti nikel, emas, dan tembaga. Namun, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) masih jauh dari maksimal. “Sulawesi Tengah ini provinsi kaya. Potensi nikel, emas, dan tembaga begitu besar. Tetapi sayangnya, kontribusi terhadap PAD kita masih jauh dari harapan,” kata Anwar dalam sambutannya di Sriti Convention Hall, Palu.
Menurut Anwar, PAD Sulteng baru sekitar Rp2,5 triliun dari total APBD Rp5,5 triliun. Ia memperkirakan tambahan Rp2 triliun bisa diperoleh jika tata kelola tambang diperbaiki.
Bahlil Lahadalia membenarkan adanya persoalan struktural dalam distribusi izin tambang. Ia menyebut mayoritas izin dikuasai perusahaan berbasis Jakarta, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton. “Ini tidak adil. Barang milik daerah, tapi yang pegang izin kebanyakan orang Jakarta, itu-itu saja. Karena itu kita ubah Undang-Undang Minerba. Saya ingin mengembalikan orang daerah menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan koperasi, UMKM, dan badan usaha milik daerah (BUMD) akan diprioritaskan tanpa harus melalui prosedur tender panjang. Menurutnya, hilirisasi tambang juga menjadi kunci agar nilai tambah tidak keluar dari daerah.
Bahlil menyinggung adanya disparitas mekanisme perizinan antara Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian. Izin dari ESDM, kata dia, biasanya menyumbang optimal pada PAD. Sebaliknya, izin industri dari Kementerian Perindustrian justru minim kontribusi. “Kalau masalah ini kita selesaikan, potensi PAD Sulteng bisa bertambah Rp2 triliun,” ujarnya.
Selain isu pertambangan, Musda ini juga menjadi arena konsolidasi politik Golkar di Sulteng. Anwar Hafid, yang hadir dengan jas kuning, menyebut Golkar sebagai pohon beringin kokoh yang menaungi banyak pihak.
Bahlil merespons dengan memuji soliditas partai di Sulteng. Menurutnya, Golkar sejak awal lahir untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. “Golkar akan terus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan, khususnya di bidang energi dan pangan,” katanya.
Musda ini turut dihadiri Ketua DPD Golkar Sulteng Arus Abdul Karim, anggota DPR RI asal Sulteng, hingga kepala daerah dari berbagai kabupaten. Forum tersebut diharapkan melahirkan keputusan strategis untuk memperkuat konsolidasi Golkar sekaligus memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah. (**)