Aksi Nyata di Galang: Jejak Jagung, Mimpi Swasembada Pangan Tolitoli 2025
- Rabu, 08 Oktober 2025 - 20:14 WITA
- Editor: Apri
Foto Bersama Pemkab Tolitoli dan Polres Tolitoli dalam penanaman jagung (Foto:IST)
Faktasulteng.id, Tolitoli – Di tengah ikhtiar nasional menuju swasembada pangan 2025, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengambil langkah konkret yang melibatkan unsur keamanan dan pemerintah daerah. Bukan sekadar seremonial, langkah ini adalah sebuah penanaman jagung serentak Kuartal IV yang digagas oleh Kepolisian Resor (Polres) Tolitoli di Dusun Kekot, Desa Ginunggung, Kecamatan Galang, pada Rabu (8/10/2025).
Di hamparan tanah yang masih luas, sekitar 70 orang—mulai dari Bupati, Kapolres, Danramil, hingga masyarakat setempat—turun tangan menanam bibit jagung. Sebuah pemandangan yang menyiratkan sinergi tak terpisahkan antara aparat dan rakyat, semua demi satu tujuan: memperkuat ketahanan pangan daerah.
Data Aksi dan Optimisme Kepala Daerah
Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, tidak hanya menanam, tetapi juga menyajikan data aksi yang menjanjikan. Beliau mengungkapkan, kegiatan ini bukan sekadar penanaman, melainkan bagian dari siklus yang sudah berjalan.
“Hari ini kita mendorong sekitar 10,2 ton jagung serapan dari petani ke Bulog. Alhamdulillah saat ini sedang proses bongkar muat di Gudang Bulog Kalangkangan. Ini menjadi pertanda adanya sinergi kuat antara seluruh stakeholder di Tolitoli,” jelas Kapolres.
Angka 10,2 ton ini menjadi fondasi utama (data) bahwa program ini telah membuahkan hasil panen yang signifikan dan diserap langsung oleh Bulog, menunjukkan ekosistem pangan lokal yang sehat. Inilah yang diharapkan oleh Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Mari bersama-sama berpikir untuk menanam jagung di lahan-lahan yang masih luas di Tolitoli. Dengan memanfaatkan tanah yang ada, masyarakat bisa meningkatkan pendapatan. Jika ini dilakukan secara berkelanjutan, insya Allah Tolitoli akan semakin maju,” ujar Bupati, menanamkan optimisme pada potensi ekonomi masyarakat.
Tolitoli memiliki potensi besar dalam pertanian. Berdasarkan data Sensus Penduduk (SP) 2020 Provinsi Sulawesi Tengah, mayoritas penduduk Sulawesi Tengah (yang mencakup Tolitoli) masih berada di wilayah pedesaan dengan potensi lahan pertanian yang luas. Upaya sinergi ini diharapkan dapat mengkonversi potensi lahan tersebut menjadi sumber kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Menghapus Batas, Menjaga Kedaulatan Pangan
Kehadiran lintas instansi dalam penanaman jagung ini—mulai dari TNI (Danramil dan Pasiter Lanal), Kejaksaan (Kasubsi Pidum), Dinas Pertanian (Kabid Tanaman Hortikultura), hingga pemerintah desa—bukanlah kebetulan. Ini adalah orkestrasi gotong royong yang menegaskan bahwa isu pangan adalah isu kedaulatan yang melampaui batas kewenangan sektoral.
Kapolres Wayan kembali menekankan pesan utamanya: meneladani dan menggalakkan.
“Mudah-mudahan ke depan masyarakat bisa mengikuti langkah ini agar ketahanan pangan di Tolitoli semakin kuat,” tutupnya.
Inilah kisah sinergi yang hangat di Bumi Tolitoli: jejak bibit jagung yang ditanam serentak oleh aparatur negara dan masyarakat, menjadi simbol konkret dari ambisi bersama untuk mencapai swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Sebuah feature yang menunjukkan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengawal dapur ekonomi rakyat.
Data Pendukung Utama:
- Dukungan Produksi: Penyerapan 10,2 ton jagung dari petani oleh Bulog, menunjukkan efektivitas program.
- Aspek Sosial-Ekonomi (Implisit): Fokus pada pemanfaatan lahan untuk peningkatan pendapatan masyarakat dan kemajuan daerah, selaras dengan potensi wilayah agraris.
(Dilaporkan langsung oleh Aisyah dan Kartika dari lokasi penanaman di Galang, Tolitoli)