Kodam XXIII di Sulteng Resmi Bernama “Palaka Wira”, Bukan “Tadulako”
- Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:39 WITA
- Editor: Apri
(Foto: Ist)
Faktasulteng.id, PALU – Struktur komando teritorial TNI Angkatan Darat bertambah enam kodam baru. Untuk wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, komando baru tersebut ditetapkan bernama Kodam XXIII/Palaka Wira—bukan “Tadulako” seperti nama Korem yang selama ini menaungi Sulteng. Pemerintah Kabupaten Sigi juga telah menghibahkan lahan 28 hektare di Desa Pombewe untuk pembangunan markas kodam ini.
Peresmian enam kodam baru dipimpin Presiden di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, 10 Agustus 2025. Pada saat yang sama, Panglima TNI menetapkan para panglima untuk memimpin masing-masing kodam. Untuk Kodam XXIII/Palaka Wira, kursi Pangdam diisi Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Enam kodam baru dan panglimanya
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai (Riau & Kepulauan Riau) — Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
- Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat & Jambi) — Mayjen TNI Arief Gajah Mada.
- Kodam XXI/Radin Inten (Lampung & Bengkulu) — Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
- Kodam XXII/Tambun Bungai (Kalimantan Tengah & Kalimantan Selatan) — Mayjen TNI Zainul Arifin.
- Kodam XXIII/Palaka Wira (Sulawesi Tengah & Sulawesi Barat) — Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
- Kodam XXIV/Mandala Trikora (berbasis Merauke, Papua Selatan) — Mayjen TNI Lucky Avianto.
Penetapan enam kodam baru ini sebelumnya juga dipublikasikan oleh sejumlah kanal berita nasional dengan daftar wilayah cakupan, termasuk penyebutan Palaka Wira sebagai nama kodam di Sulteng-Sulbar.
Markas di Sigi, transisi dari Korem 132/Tadulako
Transisi komando di Sulteng berlangsung dari Korem 132/Tadulako menjadi Kodam XXIII/Palaka Wira. Pemkab Sigi menyiapkan lahan 28 hektare untuk markas, sekaligus mendukung pembangunan satuan pendukung di wilayah tersebut.
Penamaan kodam dan ciri khas kedaerahan: contoh-contoh
Tradisi penamaan satuan teritorial TNI AD kerap merujuk pada tokoh, simbol, atau istilah yang melekat dengan identitas daerah. Beberapa contoh:
- Kodam I/Iskandar Muda (Aceh) — Mengambil nama Sultan Iskandar Muda, penguasa besar Kesultanan Aceh yang menjadi simbol kepemimpinan dan kejayaan setempat.
- Kodam XIV/Hasanuddin (Sulsel & Sultra) — Dinamai Sultan Hasanuddin dari Gowa, pahlawan nasional yang dijuluki “Ayam Jantan dari Timur”, ikon sejarah Sulawesi Selatan.
- Kodam IX/Udayana (Bali, NTB, NTT) — Mengambil nama Raja Udayana Warmadewa, figur penting dalam sejarah Bali; makna dan filosofi penamaan ini kerap diangkat dalam kegiatan resmi kodam.
- Kodam XVII/Cenderawasih (Tanah Papua) — “Cenderawasih” adalah burung endemik Papua, lambang khas wilayah timur Indonesia, yang sejak 1964 melekat sebagai identitas kodam tersebut.
Catatan redaksi
Penamaan “Palaka Wira” untuk Kodam XXIII ditetapkan di tingkat pusat bersamaan dengan peresmian enam kodam baru pada 10 Agustus 2025. Rujukan resmi dan pemberitaan arus utama menyebutkan wilayah teritorialnya mencakup Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, dengan markas direncanakan di Sigi melalui dukungan lahan hibah pemerintah daerah. Istilah “Palaka” berasal dari bahasa Jawa Kawi atau Sanskerta yang berarti pelindung, sementara “Wira” bermakna kesatria atau pahlawan. Secara utuh, “Palaka Wira” dapat dimaknai sebagai “Pelindung Kesatria” atau “Pahlawan Pelindung”, melambangkan sosok pejuang tangguh yang menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah. (Apri)