Anak Palu Jadi Anchor di KBS Korea Selatan, Abdy Azwar Tuai Pujian dan Haru Warganet
- Rabu, 09 Juli 2025 - 17:09 WITA
- Editor: Apri
Istimewa
Faktasulteng.id Seoul - Sebuah kabar membanggakan datang dari Abdy Azwar, putra daerah asal Palu, Sulawesi Tengah, yang kini resmi bergabung sebagai pembawa berita (news anchor) di salah satu stasiun televisi nasional Korea Selatan, KBS News.
Jejak karier Abdy sempat menghiasi layar televisi Indonesia sebagai reporter di Metro TV, namun kini ia menapaki lembaran baru di kancah internasional, tepatnya di Seoul, Korea Selatan. Kabar membanggakan ini pertama kali ia umumkan melalui unggahan TikTok pribadinya yang kemudian viral di media sosial, mencuri perhatian publik Indonesia.
Dalam unggahan tersebut, Abdy menyertakan momen saat dirinya tampil membawakan berita di studio KBS News. Namun yang paling menyentuh adalah caption yang ia tulis, memuat pesan spiritual dan motivatif:
“Kekuatan jalur langit tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Temuilah IA di sepertiga malammu, saat kau berbisik ke tanah tapi terdengar sampai ke langit.”
Ungkapan tersebut sontak mengundang respons haru dan kagum dari warganet. Dalam waktu singkat, unggahannya disukai oleh ratusan ribu pengguna dan dikomentari hampir lima ribu orang. Tak sedikit yang mengungkapkan kekaguman, namun ada pula komentar bernada humor yang kini menjadi viral tersendiri.
Salah satu komentar berbunyi, “Satu pesanku bang, jangan sama atlet anggar,” yang disukai puluhan ribu pengguna dan mengundang gelak tawa. Komentar ini kemudian dibalas dan dikembangkan oleh warganet lain menjadi semacam lelucon kolektif, seperti “apapun yang terjadi jangan deketin atlet anggar,” merujuk pada insiden viral sebelumnya di media sosial Indonesia.
Meski diselingi dengan guyonan khas netizen, prestasi Abdy tetap menjadi sorotan utama. Banyak yang mengapresiasi perjuangannya hingga bisa menembus industri media Korea Selatan yang dikenal sangat kompetitif dan tertutup.
Abdy Azwar menjadi bukti nyata bahwa anak daerah, khususnya dari kawasan Indonesia Timur, mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional. Ia tidak hanya membawa nama Palu ke panggung global, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa mimpi bisa dicapai dengan tekad dan doa yang kuat. (Ap)