79.946 pendaftar Program Berani Cerdas: Ikhtiar “Sulteng Nambaso” Pacu Harapan dan Rata-rata Lama Sekolah?

79.946 pendaftar Program Berani Cerdas: Ikhtiar “Sulteng Nambaso” Pacu Harapan dan Rata-rata Lama Sekolah? Foto: IST.
Editorial

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Antusiasme masyarakat Sulawesi Tengah terhadap pendidikan berkualitas memuncak dengan 79.946 pendaftar Program Berani Cerdas. Inisiatif strategis ini, yang merupakan pengejawantahan visi “Sulteng Nambaso” dari Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido, diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut. Data Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) periode 2022-2024 menjadi fondasi penting untuk mengukur dampak program ambisius ini.

Visi “Sulteng Nambaso” sendiri merangkum aspirasi untuk Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera, dengan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama. Program Berani Cerdas hadir sebagai respons konkret terhadap visi ini, dengan fokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan di seluruh pelosok provinsi.

Data terbaru menunjukkan tren positif, meski bertahap, dalam Harapan Lama Sekolah (HLS) di Sulawesi Tengah. Pada tahun 2022, rata-rata HLS tercatat 13,32 tahun, sedikit meningkat menjadi 13,33 tahun pada 2023, dan kembali naik menjadi 13,34 tahun pada 2024. Angka ini mencerminkan harapan rata-rata penduduk usia sekolah untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertentu. Namun, disparitas antar wilayah masih menjadi catatan penting. Kota Palu secara konsisten mencatatkan HLS tertinggi, mencapai 16,36 tahun pada 2022 dan 16,52 tahun pada 2024, mengungguli rata-rata provinsi. Sebaliknya, beberapa kabupaten seperti Donggala dan Parigi Moutong menunjukkan angka HLS yang relatif lebih rendah, mengindikasikan adanya perbedaan harapan dan akses terhadap jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Senada dengan tren HLS, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan. Dari 8,89 tahun pada 2022, RLS naik menjadi 8,96 tahun pada 2023, dan mencapai 9,04 tahun pada 2024. Angka ini menunjukkan rata-rata jumlah tahun yang telah dihabiskan penduduk usia 25 tahun ke atas dalam mengenyam pendidikan. Lagi-lagi, Kota Palu menunjukkan keunggulan dengan RLS mencapai 11,75 tahun pada 2024, jauh di atas rata-rata provinsi. Sementara itu, kabupaten seperti Parigi Moutong dan Donggala masih bergulat dengan RLS yang lebih rendah, menggarisbawahi adanya kesenjangan dalam tingkat pendidikan penduduk antar wilayah.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Program Berani Cerdas adalah bagian integral dari upaya mewujudkan “Sulteng Nambaso.” “Kami melihat data HLS dan RLS ini sebagai titik awal. Program Berani Cerdas kami harapkan dapat mengakselerasi peningkatan angka-angka ini secara merata di seluruh Sulawesi Tengah,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa partisipasi 79.946 pendaftar menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk mencapai tujuan tersebut.

Wakil Gubernur Reny Lamadjido menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan. “Kesenjangan HLS dan RLS antar kabupaten/kota menjadi perhatian utama kami. Melalui Berani Cerdas, kami berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki tantangan lebih besar dalam mengakses pendidikan berkualitas,” katanya.

Program Berani Cerdas diharapkan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran, penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah. Dengan demikian, diharapkan HLS dan RLS di seluruh Sulawesi Tengah dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, sejalan dengan visi “Sulteng Nambaso” untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Keberhasilan pendaftaran yang membludak ini menjadi indikator kuat harapan masyarakat terhadap perubahan positif di sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola program ini secara efektif dan transparan, memastikan bahwa antusiasme masyarakat bertransformasi menjadi peningkatan kualitas pendidikan yang nyata dan merata di seluruh penjuru “Bumi Tadulako.” Data HLS dan RLS akan menjadi tolok ukur penting dalam mengukur keberhasilan jangka panjang dari ikhtiar “Sulteng Nambaso” melalui Program Berani Cerdas ini. (Apri)